Eventkomunitasonline

Kompal Adakan Lomba Baca Puisi di Hari Puisi Nasional

31 Juli 2020 12:41:02 Diperbarui: 01 Agustus 2020 10:12:46 61

Hari

Jam

Menit

Detik

 Kompal Adakan Lomba Baca Puisi di Hari Puisi Nasional
Dokumentasi Kompal

UNESCO menetapkan hari puisi dunia jatuh pada 21 Maret tiap tahunnya. Tanggal itu berbeda dengan kebanyakan negara-negara Eropa yang punya hari puisi tiap 15 Oktober merujuk tanggal lahir penyair masa Romawi, Virgil. 

Tanggal  26 Juli, diperingati sebagai Hari Puisi Nasional. Diperingati pada tanggal 26 Juli karena merupakan hari lahir penyair Chairil Anwar, peletak tonggak utama tradisi puisi modern Indonesia. 

Loh bukannya tanggal 28 April ya? Karena sempat media sosial ramai menyebut tanggal wafatnya sang pujangga 45 ini sebagai hari puisi nasional? . 

Penetapan tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Nasional dilakukan melalui Deklarasi Hari Puisi Nasional pada puncak acara Pertemuan Penyair Indonesia (PPI) I yang digelar di Anjungan Idrus Tintin Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012 silam. 

Bulan Juli tahun 2020 ini pula dunia sastra Indonesia berduka dengan meninggalnya Sapardi Djoko Damono pada tanggal 19 Juli 2020 dan Ajip Rosidi pada tanggal 30 Juli 2020.

Meski mereka telah meninggalkan kita, namun karya-karya mereka mereka akan abadi. 

Untuk mengenang ketiga tokoh sastra Indonesia ini, sekaligus merayakan hari puisi nasional Kompal mengadakan lomba baca puisi. 

Ketentuan Lomba

1. Lomba ini boleh diikuti siapa saja

2. Membuat Video paling lama 60 detik yang membacakan salah satu karya dari Sapardi Djoko Damono atau Ajip Rosidi atau Chairil Anwar. 

3. Kirim video paling lambat hari Jumat, 7 Agustus 2020, pukul 23.59 WIB ke email: kompasianerpalembang@gmail.com dengan menyertakan akun instagram. 

4. Kompal akan mengunggah video yang dikirim ke akun IG kompal sebagai media lomba. 

5. Buat video sekreatif mungkin, diperkenankan untuk tidak menampakkan wajah pembaca puisi. Namun dapat mempertanggungjawabkan bahwa suara yang membaca adalah yang mengikuti lomba. Pelanggaran ketentuan ini dapat membuat video yang dikirim didiskualifikasi dalam lomba ini. 

6. Kompal akan memilih 3 pembaca puisi terbaik yang akan dinilai oleh 3 juri, Pringadi Abdi Surya (Best In Fiction Kompasiana 2019), Elly Suryani, dan Dues K. Arbain. 

7. Kompal juga akan memilih 1 pembaca puisi terfavorit berdasarkan jumlah like pada postingan video yang diupload di IG Kompasiana. Setiap peserta diperkenankan untuk promosi video yang dilombakan. 

8. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat. 

9. Kompal memberikan hadiah berupa e-money sebesar Rp. 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) untuk masing-masing pemenang yang akan ditentukan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2020 pukul 20.00 malam secara live. 

Kami tantang nyalimu untuk berani membacakan sebuah puisi. 

Berani?