Event Komunitas Online

Simak "Sekilas Bonn & Menjadi Jurnalis di Luar Negeri" bersama Koteka Sabtu Ini

14 September 2021 00:00:00 Diperbarui: 14 September 2021 05:05:00 218

Hari

Jam

Menit

Detik

Sudah Berakhir
Simak "Sekilas Bonn & Menjadi Jurnalis di Luar Negeri" bersama Koteka Sabtu Ini
Mau tahu rahasia jadi jurnalis di luar negeri? Gabung Kotekatalk, yuk! (Dokumentasi Koteka)

Hi, everyone.

Apa kabar? Sehat dan bahagia?

Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana sudah mengajak kalian jalan-jalan virtual ke Swedia, tempat di mana nama Celcius berasal dan dipakai sebagai penanda temperatur, serta tempat asal IKEA dan ABBA.

Isabela Nielsen bercerita tentang situasi pandemi di sana dan wisata di Stockholm dan Goeteborg.

Yang menarik dari apa yang dipaparkan mbak Bel adalah kesan "Menyelamatkan nyawa atau menyelamatkan ekonomi?" Mengingat di Swedia yang berpenduduk 10,3 juta jiwa, peraturan tidak seketat di Jerman. Jadi tidak ada lock down. Artinya, kegiatan ekonomi masih tetap berlangsung dan jumlah penderita juga banyak lantaran 4-7 kali lipat dibanding negara tetangga di Eropa. 

Konon, kata si Bel, supaya kalau semua sudah terkena, bisa imun, jadi sekalian saja.

Oh, ya. Wisata Stockholm seperti kota tua, Gamla stan. Sergels Torg dan istana Raja menjadi rekomendasi Bel. Jika ingin ke kota kedua terbesar di Swedia, Goeteborg, ada juga tempat-tempat bagus yang bisa dikunjungi, seperti cafe yang menjual kue rasa kayu manis yang segede gaban dan patung Poseidon.

Baiklah, dari Swedia, kami akan ajak kalian ke Jerman. Kali ini ke kota Bonn. Kota yang dulu pernah menjadi ibu kota Jerman ini, adalah tempat penting di mana salah satu media internasional seperti Deutsche Welle bermarkas. 

Bonn juga sangat terkenal dengan bangunan kunonya dan sebuah jalan yang kanan-kirinya dipagari pohon dengan bunga warna merah jambu, seperti sakura di Jepang pada musim semi. 

Adalah Hendra Pasuhuk, putra Indonesia yang lahir di Bandung tahun 1961. Ia melanjutkan studi di Jurusan Sosiologi dan Ekonomi di Cologne, Jerman. 

Beliau adalah editor senior DW yang menerbitkan buku "Traum der Freiheit -- Indonesien, 50 Jahre nach der Unabhngigkeit" yang membahas tentang kemerdekaan RI setelah 50 tahun berlalu. 

Senang sekali bahwa mas Hendra yang sudah lama malang-melintang di dunia jurnalistik ini bersedia menjadi tamu kita dalam zoom ke-53, yang kali ini menggaet Universitas Negeri Surabaya UNESA, yang memiliki jurusan kuliah yang menarik seperti jurusan Pendidikan Bahasa Jerman dan jurusan Jurnalistik.

Tema yang akan dibahas kali ini adalah "Sekilas Bonn dan Menjadi Jurnalis di Luar Negeri: Peluang dan Tantangan." Bagi yang suka nulis, suka reportase, suka bikin video, suka siaran, pasti temanya seru dan menarik. Siapa tahu ada informasi yang akan bermanfaat untuk studi atau berkarier di bidang jurnalistik di Jerman. 

Untuk itu, kami undang Kompasianer untuk bergabung pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 18 September 2021
  • Pukul: 16.00-17.30 Jakarta atau 11.00-12.30 Berlin (mohon 5-15 menit sudah hadir)
  • Tempat: Zoom
  • Pendaftaran gratis di: tinyurl.com/PendaftaranTalkshowJurnalis
  • Hadiah: Kartu pos, E-sertifikat

Baiklah, jangan lupa daftar dan masukkan dalam kalender. Jumpa Sabtu, kita rame-rame menyambungkan diri ke Bonn, Jerman!

Salam Koteka, dibawa ke mana saja, tiada gantinya (AG).

Jangan lupa, daftar dan hadir ...jangan telat (dok.UNESA)
Jangan lupa, daftar dan hadir ...jangan telat (dok.UNESA)