Event Komunitas Online

Ayo, Simak Situasi Pandemi di Australia dan Sekilas Canberra!

21 Oktober 2021 21:00:00 Diperbarui: 22 November 2021 17:15:39 471

Hari

Jam

Menit

Detik

Sudah Berakhir
Ayo, Simak Situasi Pandemi di Australia dan Sekilas Canberra!
Kerjasama Koteka dengan KBRI Canberra Sabtu ini (Dokumentasi Koteka)

Hi, everyone. Apa kabar?

Masih sehat dan bahagia, bukan.

Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana sudah menghadirkan seri “Wonderful Indonesia: Batik Ur Eleonora, Hungary.”

Eleonora Ur, pemilik galeri batik di Szentendre, Hongaria menyenangi musik dan seni sejak masa kecil. Jatuh cinta pada seni keramik saat berumur 6 tahun saat duduk di bangku SD. Lalu pada umur 10 tahun, ia memulai membatik. Yakni pada tahun 1981. Karena jatuh cinta pada batik, ia belajar caranya dimulai dari tahun 1999 di Thailand. 

Selanjutnya, pada tahun 2008, ia berkunjung ke Indonesia untuk belajar membatik gaya tradisional pada I Nyoman Suradnya. Kemudian, ia mencari ilmu ke Meksiko pada tahun 2010 untuk belajar simbol Maya di the house of Victor Javier Rivas Palomo. Ia ulangi kedatangannya 4 tahun kemudian. Tahun 2012, ia pergi ke Srilangka, melihat pabrik batik.

Ia mengaku, batik Indonesia menjadi pengaruh besar terhadap karya-karyanya. Pada tahun 2013, ia belajar pada pembatik I Gusti Sujana.

Sudah banyak belajar, sudah menghasilkan karya, maka membuatnya ingin membuat pameran sejak 2009 di beberapa negara seperti Amerika, UEA, Prancis, Italia, dan Hongaria. Salah satu yang heboh adalah saat ia mengikuti The Art Shopping di Carrousel du Louvre di Paris.

Untuk mengembangkan kariernya, ia menurunkan ilmu membatik pada sang anak perempuan dan anak-anak Hongaria yang berminat untuk belajar secara reguler.

Dalam talkshow tersebut, ditampilkan Instagram Eleonora atau bisa dipanggil Nana. Feed yang menggambarkan konsentrasi membatik begitu menggugah. Memang gaya mbatik Nana termasuk modern, bukan klasik seperti parang klitik atau mega mendung. 

Namun, Koteka melihat semangat Nana belajar membatik ke sana – ke mari, membuka galeri, mengikuti pameran dan menularkan ilmunya tidak hanya pada orang dewasa yang ingin bisa membatik tetapi juga pada anak-anak adalah hal yang luar biasa dan patut kita harga. 

Senang rasanya, Koteka berhasil memboyong perempuan cantik yang memiliki dua anak; laki dan perempuan ini.

Dijelaskan pula, untuk proses penghilangan wax, ia memakai teknik menempelkan koran dan disetrika panas sehingga tidak perlu dicuci dengan bahan kimia. Ini tentu saja sangat ramah lingkungan, karena air di negara EU biasanya membutuhkan proses. Jika tercemar dengan kimia pasti tidak semudah dengan air kotor yang bebas dari bahan kimia.

Baiklah setelah dari Hongaria, Sabtu ini kami ajak teman-teman untuk terbang sejenak ke Australia. Negara dan benua ini pastinya tempat yang menarik bagi kita traveler. Selain dekat alias tetanggaan, ada banyak hal positif yang bisa kita tiru dari mereka, walaupun kedua negara tidak reda dengan perseteruan karena beberapa hal dan kembali baik lagi dan begitu-begitu terus.

Ya. Kali ini, Komunitas Traveler Kompasiana akan mengajak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra, Australia untuk mengisi Kotekatalk.

Mengingat bapak duta besar RI sedang sibuk pada hari-hari terakhir masa jabatan akhir bulan ini, KBRI Canberra akan diwakili oleh Minister Counsellor, Mr. Ghofur Ismail. Pria kelahiran Klaten, 1974 itu pertama kali bergabung dengan kementrian luar negeri pada tahun 2000 sebagai atase. 

Pendidikan tinggi di Hubungan Internasional UGM Yogyakarta pada tahun 1993 hingga 1999 menjadi titik awal kesuksesan pak Ghofar sebagai diplomat. Usai menyelesaikan studi master jurusan bisnis dan hukum di Universitas Yokohama, Jepang pada tahun 2005, Mr. Ghofar mengabdi di KBRI Senegal. Selain itu, KBRI Thailand adalah tempat mengasah ilmu hubungan internasional, saat menjabat sebagai sekretaris pertama tahun 2012.

Kami akan membahas tentang “Situasi Pandemi di Australia dan Sekilas Canberra.” Mengapa Australia memutuskan untuk hidup berdampingan dengan Corona? Bagaimana aturan terbaru di sana berkenaan dengan situasi pandemi? Ada berapa WNI yang terpapar virus Covid 19? 

Apa yang dilakukan KBRI berkenaan dengan isu ini? Bagaimana hubungan pendidikan dan budaya Indonesia-Australia selama pandemi? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang akan dilontarkan Koteka pada perwakilan KBRI Canberra.

Untuk mengetahui jawabannya secara gamblang, kami undang teman-teman untuk bergabung pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 23 Oktober 2021 
  • Pukul 16.00-17.30 WIB atau 11.00-12.30 CEST Berlin
  • Tempat: Zoom Meeting
  • Pendaftaran gratis: bit.ly/kotekatalk58
  • Giveaway: Kartu pos

Baiklah. Daftar dan catat dalam kalender supaya nggak lupa, ya. Kami tunggu hari Sabtu. Kita akan mendapat wawasan yang bermanfaat dan jalan-jalan virtual sejenak ke Canberra.

Salam Koteka, dibawa ke mana saja, tiada gantinya. (GS)