Event Komunitas Online

Mari Terbang Sejenak ke Raja Ampat, Surganya Indonesia, Sabtu Ini

10 November 2021 15:45:00 Diperbarui: 22 November 2021 17:14:24 439

Hari

Jam

Menit

Detik

Sudah Berakhir
Mari Terbang Sejenak ke Raja Ampat, Surganya Indonesia, Sabtu Ini
zoom61-raja4-618d64108c482566e15c31b5.jpg

Hallo everyone, apa kabar?

Masih sehat dan bahagia, bukan.

Sabtu lalu, Komunitas Traveler Kompasiana telah menghadirkan 3 haji dari tiga generasi yang memiliki satu tujuan, menunaikan ibadah kelima rukun Islam.

H. Taufik Uieks yang juga Kompasianer penulis buku "Menuju Rumah Baitullah" memang sudah menuntaskan kewajibannya lama sekali, namun masih segar di ingatannya bagaimana suka-duka ketika di sana. Suatu hari, pak Taufik ingin naik haji lagi namun sebelumnya, umrah saja dulu. Selain dahulu lebih murah, sekarang ini indent-nya lama. 

Apalagi  aturan baru  berkenaan dengan pandemi. Yang paling penting adalah penjelasan pak Taufik tentang macam-macam haji; haji Ifrad/haji saja tanpa umrah dan tanpa denda alias dam, haji Qiran/ ibadah haji dan umrah secara bersamaan dengan membayar dam, dan haji tamattu/haji setelah umrah dan banyak dilakukan orang Indonesia)

Sedangkan H. Jose Diaz Dizzman sangat bersyukur menjadi haji terakhir lantaran setelah ia berangkat, kesempatan untuk naik haji ditutup sebab corona. Nggak salah kalau ia memberi judul presentasinya "The last Hajj." Ia juga bersyukur bahwa meskipun era digital, ia masih juga menempuh jalan manual untuk mengecek kapan gilirannya untuk naik haji. Tahunya mendadak, untung ia sudah menjemput bola. Yang paling keren, pak Diaz ini nggak lupa bawa pernak-pernik serba Kompasiana, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. 

Lain lagi dengan Ketut Purwantoro, haji termuda dari ketiganya (termasuk dalam kloter rombongan pondok pesantren yang mengirimnya naik haji secara gratis). Founder dari Dejavato Foundation yang sering bekerjasama dengan Koteka dalam kotekatalk itu memberi judul "Volunteer naik haji" sebab apa yang dilakukannya di sana tidak sekedar mencari ridha Allah pahala dan ibadah, melainkan tugas sosial mandiri yang dilakukannya. 

Salah satunya, mencari orang hilang bersama petugas di sana yang berbaju khusus berwarna hitam. Tugas selesai setelah bertemu maktab yang sama. Selain itu di hotel, ia membantu membagi makanan untuk rombongan sehingga tidak perlu naik turun tangga mengingat lift selalu penuh, membagikan daging kurban, membersihkan sampah (maklum masih banyak orang Indonesia suka buang sampah sembarangan di sana), membantu packing koper jamaah, mengarahkan dan mengatur bagasi di pesawat karena pramugarinya ngambek saat rombongan susah diatur). Keren. Terakhir, ia berdoa, supaya ibadahnya diterima Allah.

Baiklah, Sabtu ini dari Arab,  sebenarnya Koteka ingin mengajak kalian ke Korea Selatan, sayang secara mendadak narsum membatalkan secara sepihak. Untuk mengobati kekecewaan menyimak cerita narsum yang mirip aktor drakor, Koteka akan mengajak semuanya untuk kembali ke tanah air. 

Tepatnya ke Papua, di mana Raja Ampat, surganya Indonesia. Mengapa wisata di sana direkomendasikan? Apa yang bisa dilihat di sana? Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat ingin ke sana? Simak selengkapnya dalam presentasi salah satu admin Koteka, Gana Stegmann, Kompasianer of the year 2020 dari Jerman yang  pada tahun 2019 yang lalu sempat ke sana selama 5 hari bersama keluarga, di Kotekatalk ke-61 yakni pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 13 November 2021
  • Pukul: 16.00 - 17.30 WIB atau 10.00-11.30 CET Berlin
  • Pendaftaran gratis: bit.ly/kotekatalk61
  • Hadiah: kartu pos

Dijamin, kebanggaan kita atas kekayaan alam negara kesatuan Republik Indonesia akan semakin memuncak. Keinginan untuk ke sana pasti akan muncul, yang sudah pernah ke sana, ingin lagi. Nggak percaya? Mari buktikan besok Sabtu.

Salam Koteka, dibawa ke mana saja tiada gantinya. (GS)