Hijrah ditengah tren merujuk pada fenomena perubahan diri ke arah yang lebih islami yang terjadi secara masif, sering kali dipengaruhi oleh media sosial dan popularitas dikalangan milenial dan Gen Z. Hijrah secara harfiah itu "perpindahan" atau "Meninggalkan", tapi dalam konteks islam adalah perpindahan fisik seperti Hijrahnya Nabi muhammad dari Mekkah ke Madinah, kemudian pada perubahan spiritual atau perilaku dari yang buruk kepada yang lebih baik misalnya, meninggalkan maksiat, meningkatkan ketaatan, memperbaiki akhlak.
Hijrah sebagai gerakan sosial, hijrah menjadi bentuk kolektif yang memberikan kesadaran terutama terhadap umat yang beragama islam serta memberikan semangat untuk kembali pada nilai nilai religius. Hijrah sudah ada pada zaman Nabi Muhammad Saw, Umar bin Khattab yaitu sahabat yang mana awalnya dikenal sebagai preman penentang islam yang paling keras, kemudian beliau berhijrah menjadi pembela islam paling gigih. Gerakan hijrah yang menjadi salah satu gerakan dakwah populer yang berkembang menjadi sebuah trend sosial yang diikuti secara komunal.
Pada saat Nabi hijrah dari kota mekkah ke madinah sangat banyak tantangan dan penuh resiko, akan tetapi Nabi pada saat itu tetap bersikap tenang, bertawakal, dan berakhlak mulia. Bahkan ada orang yang beniat untuk mencelakainya, tetapi nabi tidak sedikitpun membalasnya, keteladanan yang dimiliki oleh nabi sangat penting untuk dicontoh oleh semua umat muslim. Dalam situasi apapun nabi tetap bersikap tenang dengan menjaga akhlak dan sopan santunnya. Kita sebagai umat muslim yang ingin merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, harus dengan niat yang serius dan tetap tenang dalam menjalankan nya.
Diera sekarang Media sosial mulai berperan penting dalam penyebaran gagasan hijrah. adanya media sosial ini mempermudah orang-orang untuk mencari sesuatu yang dibutuhkannya. Maka dari itu hijrah menurut orang yang ingin merubah jati diri, memperbaiki dalam berbusana. Banyak ustadz da ustadzah yang melakukan dakwahnya memalui media sosial seperti; Tik-tok, instagram, facebook, saluran dll. Sering kita lihat video-video pendek yang berbagi kisah inspiratif tantang perjalanan hijrah. ketika sedang membuka media sosial banyak orang yang menirunya dengan baik apa yang dia lihat, tentang tata tertib sholat, menutup aurat dengan baik, serta memilih gaya hidup yang lebih beragama. Semua orang bisa mengakses dengan mudah, dari intonasi penyampaiannya pun sangat santai dan mudah dipahami banyak orang. Untuk anak generasi sekarang tidak merasa bahwa mereka itu digurui, akan tetapi justru lebih memotivasi dirinya tersebut.
Influencer media sosial misalnya Tiktok dan Instagaram menjadi sosok yang penting dizaman sekarang ini, banyak orang sering memberi pengalaman pribadi tentang kenapa memutuskan untuk berhijrah, cobaan apa aja yang sudah dilewatinya, dan tips praktis buat tetep untuk istiqomah di jalan yang baik dan benar. Contohnya ada influencer yang dulunya terkenal sebagai seleb gaya hidup nya yang toxic, tapi sekarang lebih aktif dalam menyampaikan kontennya yang islami. Nah dari situ banyak Gen Z yang terinspirasi buat mengikuti hijrahnya karena mereka merasa bahwa mereka itu bisa merubah dirinya kepada yang lebih baik.
Cara komunikasi yang media sosial sampaikan itu sangat bermanfaat bagi banyak orang yang ingin berhijrah. Maka dari itu gunakanlah media sosial itu dengan baik, untuk mencari informasi yang membuat kita tidak mengetahui sesuatu menjadi tahu sesuatu. Banyak pembahasan dakwah yang diupload diplatform media sosial itu melalui bentuk tulisan ataupun bentuk video yang membuat orang termotivasi untuk berhijrah. Bagi sebagian orang hijrah itu pelarian yang membawa mereka kepada segala hal yang lebih baik dari apa yang pernah dialaminya. Contohnya; sakit hati karna putus dengan kekasihnya, melakukan hal yang tidak disukai oleh agama. Maka Dengan hijrah mereka berharap bisa mengubah dirinya menjadi jiwa yang lebih bersih , dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dan sudah seharusnya media sosial digunakan untuk sarana menambah ilmu atau mencari sesuatu yang belum kita ketahui, Bukan hanya sekedar tontonan atau hiburan semata. Sebagai orang yang berhijrah ikuti akun-akun yang menyebarkan keislaman, memotivasi diri agar lebih percaya diri. Konten-konten yang bisa menjadikan pengingat harian agar memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. Namun, lebih penting juga dalam memilih sumber yang jelas agar tidak terjerumus kepada pemahaman yang tidak jelas. Dalam berinteraksi dimedia sosial merupakan suatu dari hijrah itu sendiri. Dari cara berkomentar, berdiskusi dengan banyak orang, dan menyebarkan pendapat harus dengan mencerminkan akhlak yang baik. Yang baik bermedia sosial itu bukan yang ramai dengan perbedaan, tetapi yang menumbuhkan rasa sikap yang menghargai dan menenangkan.
Sebaiknya, media sosial tidak dijadikan untuk ajang pamer hijrah. Perubahan diri itu tidak perlu diperlihatkan (dipamerkan) ke publik. Ketika lebih banyak ditampilkan kepada publik hanya demi mendapatkan pujian dari orang-orang, niat hijrah itu bisa bergeser menjadi Riya Dalam islam menjaga lisan itu lebih penting, tidak hanya sebatas pada omongan langsung, tetapi juga dengan tulisan, Caption, dan komentar itu adalah bentuk tulisan diera digital ini. Mengampaikan informasi yang masih belum jelas kebenarannya.
Tapi, hijrah melalui media sosial juga memiliki tantangan yang sangat dikhawatirkan, tidak semua unggahan yang diupload dimedia sosial itu memiliki sumber yang jelas dan pemahaman yang benar. Terkadang ada dakwah yang isinya terlalu menghakimi, memecah belah atau malah bikin orang jadi paling merasa benar. Kalo kita tidak berhati-hati. Hijrah malah merubah kita menjadi ajang pencitraan dan validasi saja dimedia sosial. Hijrah yang sejati diera digital seharusnya membuat seseorang lebih rendah hati, lebih menjaga lisan baik lisan nyata maupun lisan digital.
hijrah itu bukan suatu proses yang gampang dilakukan akan tetapi, banyak rintangan yang dihadapinya. Bagi generasi muslimah yang sekarang itu sangat banyak gengsi dalam melakukan hal-hal baik, karna mereka sebelumnya sudah terlatih dengan gaya hidupnya yang modern. Salah satu rintangan terbesar yang mereka hadapi yaitu lingkungan sosial, contohnya; salah satu dari orang tersebut melalukan hijrah kemudian mereka dikucilkan, diejek oleh teman-temannya yang tidak suka dengan perubahan baik dalam hidupnya.
Hijrah itu sebuah perjalanan yang cukup panjang, dan membutuhkan waktu yang konsisten ( istiqomah). Banyak orang yang sudah bertekad untuk berhijrah tapi dipertengahan jalan mereka malah kembali pada kebiasaan yang lama. Apalagi media sosial yang menjadikan wadah inspirasi nya, tidak semua yang mereka lihat ketika menggunakan media sosial itu baik, ada saja video-video pendek yang lewat diunggahan media sosialnya itu tidak baik, seperti melihat gaya berpakaian yang menurut dia itu bagus dipakainya padahal itu pakaian yang tidak islami (terbuka aurat) bisa jadi mereka menirunya. Itulah contoh sebuah tantangan yang mengotori pikirannya untuk tidak melanjutkan hijrahnya. Hijrah memberikan harapan untuk orang yang ingin melakukannya dengan serius, untuk hidup yang lebih damai dan memberikan banyak makna untuk kedepannya. Teknologi yang ada pada generasi sekarang bisa menjadi alat positif bagi orang yang melakukan hijrahnya dengan serius. Teruslah berkembang dengan baik untuk mencari kedamaian yang hakiki.
Pada intinya hijrah dizaman sekarang bukan tentang terlihat yang paling religius dalam unggahan apapun, tetapi tentang istiqomah memperbaikin diri, meski tidak dilihat oleb banyak orang. Media sosial hanyalah alat yang sangat kecil tapi bisa menimbulkan banyak perkara, sedangkan arah hijrah tetap ada pada hati dan perilaku sehari-hari.
Hijrah itu bukan tujuan akhir, tapi suatu proses yang berkelanjutan. Hal ini bukan juga tentang menjadi sempurna, akan tetapi tentang terus berusaha.
Pada hakikatnya hijrah itu hubungan individu antara umat manusia dengan Allah Swt. Bahwa hijrah itu bagian dari keimanan dan jalan untuk mencapai ridho Allah. Seperti yang ada pada ayat Al-quran; "Barang siapa yang berhijrah kepada Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak". (QS.AN-NISA: 100). Dan hijrah itu tidak dinilai dari ibadah saja, akan tetapi juga tentang membawa keberkahan dalam kehidupannya. Berhijrah itu tidak ada yang sia-sia. Bahkan jika seseorang tidak sampai kepada tujuan hijrahnya, maka allah tetap memberikan suatu pahala kepada orang yang ingin berusaha mengubah dari perbuatan buruknya. Karena orang tersebut sudah memiliki niat dan berusaha semaksimal mungkin untuk merubah kehidupannya dengan baik. Allah akan memberikan kedudukan yang tinggi untuk orang yang berhijrah karena ketika melakukan perbuatan itu sangat amat banyak rintangan baik secara materi, lingkungan sosial, dan kenyamanan pada hidupnya.
"hijrah tidak akan terputus sampai terputusnya taubat, dan taubat tidak akan terputus sampai matahari terbit dari barat". ( HR. AHMAD) hijrah itu merujuk pada proses yang terus belanjut selama kehidupan masih ada, selama pintu taubat masih terbuka, maka dari itu hijrah tetap relevan bagi setiap umat muslim. Di jelaskan dalam kitab SIRAH NABAWIYYAH; hijrah itu sebagai kisah sejarah yang sampai sekarang masih di contoh oleh umat muslim. Dan sebagai pedoman kehidupannya bagi umat muslim pada zamannya, Di dalam konteks modern, nilai hijrah itu diterapkan sebagai cara meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki akhlak, dan merubah pada kehidupan yang dekat dengan Allah Swt.
Pada generasi sekarang mengajarkan bahwa perubahan tidak selalu instan dan sempurna dimata manusia. Setiap hal-hal kecil yang merujuk kepada kebaikan tetap menjadi nilai besar di sisi Allah. Hijrah ini membuat manusia menjadi lebih sadar, realistis, dan banyak harapan. Orang yang sedang melakukan perubahan itu diajak untuk fokus pada proses, bukan dari penilaian orang lain. Dan komunitas juga membantu agar tidak sendiri dalam proses berhijrah. Komunitas ini sangat membantu hal positif menjadi tempat belajar, dan saling mengingatkan satu sama lain, dan memberi semangat menuju proses kebaikan.
Pada akhirnya, di zaman sekarang hijrah itu menunjukan bukti bahwa agama islam tetap relevan disetiap zaman, jika hijrah dilakukan dengan niat yang baik, di barengi dengan ilmu, dan di barengi juga dengan akhlak. Hijrah ini mengajari bahwa kesungguhan hati untuk memperbaiki pribadi yang lebih baik dan mendekatkan kehidupan kepada Allah Swt.